jumlah channel standar yang digunakan dalam wifi adalah
Daritabel 2.1 terlihat bahwa frekuensi pertama yang dapat digunakan pada saat melakukan konfigurasi sebuah AP adalah 2,412 GHz. Frekuensi 2,412 GHz inilah yang disebut sebagai channel1. Begitu pula frekuensi 2,417 GHz disebut sebagai channel2 dan seterusnya. Sebuah frekuensi yang digunakan AP memiliki lebar frekuensi secara
Pengaturanini, yang tersedia secara terpisah untuk band 2,4 GHz dan 5 GHz, mengontrol versi standar Wi-Fi yang digunakan router untuk komunikasi nirkabel. Versi yang lebih baru menawarkan kinerja yang lebih baik dan mendukung lebih banyak perangkat secara bersamaan. Pada umumnya, tindakan yang terbaik adalah mengaktifkan setiap mode yang
Banyakrouter mengonfigurasi saluran pada 20 MHz secara default, jadi kami akan mendapatkan kecepatan maksimum 144,5 Mbps (pada perangkat yang kompatibel). Untuk mencapai 300 Mbps kita harus "menggemukkan" saluran. Saluran 40 MHz. Standar IEEE menyatakan bahwa dua saluran "gabungan" hanya dapat digunakan dalam kondisi jaringan khusus.
Standarwifi internasional saat ini bekerja pada frekuensi. answer choices 2.300 MHz sampai 2.383,50 MHz. 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz 2.200 MHz sampai 2.283,50 MHz. 2.500 MHz sampai 2.583,50 MHz. 2.600 MHz sampai 2.683,50 MHz Question 2 30 seconds Q. jumlah channel standar yang digunakan dalam wifi adalah answer choices 9 chanel 10 chanel
Teknologiyang digunakan untuk WLAN mayoritas menggunakan standar IEEE 802.11 (a/b/g). Perbedaan antar standar ini adalah pada modulasi transmisinya yang menentukan kapasitas layanan yang dihasilkan. Pada standar 802.11b, kapasitas maksimalnya 11 Mbps, 802.11g dapat mencapai 20 Mbps keduanya bekerja di frekuensi 2.4 Ghz.
Beau Comme La Rencontre Fortuite Sur Une Table De Dissection. Ini bukan masalah sebenarnya, apalagi kalau pengguna akses WiFi hanya didalam rumah atau kantor – area kecil maksudnya. Tapi begitu tetangga kiri kanan anda memiliki jaringan wireless sendiri maka ini bisa berpengaruh terhadap kecepatan akses internet dan kualitas sinyalnya karena interferensi. Dan kalau anda perhatikan di setting modem atau router WiFi anda ada pilihan untuk channel tentu ada gunanya bukan?Jaringan WiFi aktif di frekuensi GHz dengan lebar 100 Mhz, dan ini standarnya dibagi menjadi 11 kanal ada router yang membaginya menjadi 14 dan ini tidak didukung semua perangkat walaupun bisa mendeteksinya. Secara singkat, channel WLAN terbaik yang bisa anda gunakan adalah 1, 6 dan 11. Jangan dibiarkan Automatic karena kadang bermasalah, antara tidak terdeteksi SSID hotspotnya atau bisa tersambung tapi tidak bisa Karena ketiga channel tersebut tidak saling menimpa satu sama lain frekuensinya, jadi aman digunakan dan menjamin kualitas sinyalnya karena tidak berebutan dengan router WiFi lain yang beroperasi pada frekuensi sama atau Jangan khawatir saya juga awalnya gagal paham. D? Misal kita menggunakan channel 6 dan tetangga memakai channel 7, dari grafik kanal hotspot diatas kan terlihat sudah overlapping sinyalnya? Nah… ini jawabannya belum tentu, karena sebenarnya saat kita menentukannya yang dipilih sebenarnya adalah yang di tengah dari Wikipedia / CC BY-SA seperti ini, kalau kita menggunakan channel 6 maka -2 channel 4 dan 5 juga +2 channel 7 dan 8 bisa digunakan secara otomatis. Dan inilah yang dimaksud sebelumnya kalau 1, 6 dan 11 tidak saling berebutan frekuensi karena 1 maksimal sampai 3 dan 11 sampai 9, sedangkan 6 dari 4 sampai 8. Paham kan?Kasus lainnya, ternyata anda dan beberapa tetangga anda memakai kanal yang sama, ketiganya pula. Bagaimana selanjutnya? Tetap disarankan untuk memakai channel yang direkomendasikan tadi karena apabila router anda juga mengenali ada hotspot lain yang frekuensi operasionalnya sama akan menggunakan teknologi anti-tabrakan CSMA/CA = Collision Avoidance. Atau solusi alternatifnya kekuatan sinyal Transmit/Signal Power diturunkan serendah mungkin tapi masih bisa digunakan secara normal di tempat saya harus memakai kanal – kanal diatas? Tidak juga kok sebenarnya, hanya sebagai anjuran saja dan karena frekuensinya lebih leluasa sehingga interferensi gangguan sinyal kecil terjadi. Lebih akurat lagi kalau anda analisa WiFi anda menggunakan aplikasi semacam inSSIDer atau WiFi bermanfaat. 🙂
16 Juni 2021 K Andy. H. Nst Gambar Oleh Jaringan nirkabel wireless adalah jaringan yang terbentuk pada beberapa perangkat komputer tanpa menggunakan kabel fisik seperti kabel UTP atau serat optik. Jaringan ini memerlukan akses poin / router WiFi yang bertindak sebagai induk dan komputer sebagai client. Prinsip kerja jaringan nirkabel adalah memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang membentuk sinyal radio berfrekuensi khusus untuk saling memberi dan menerima informasi. Contoh yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah jaringan WiFi di sekolah, kantor, rumah dan tempat umum. Daftar isi Jenis Frekuensi Jaringan Nirkabel di Indonesia Frekuensi GHz Frekuensi 5 GHz Apa itu Band Lebar Pita? Regulasi Penggunaan Frekuensi Jaringan Nirkabel Jenis Frekuensi Jaringan Nirkabel di Indonesia Pada umumnya jaringan nirkabel beroperasi pada frekuensi GHz dan 5 GHz namun pada dasarnya jaringan nirkabel dapat beroperasi pada jenis frekuensi yang lebih luas tergantung penggunaannya. Jika kamu belum tahu apa itu frekuensi, frekuensi pada jaringan nirkabel adalah jumlah getaran gelombang elektromagnetik yang dihasilkan setiap satu detik oleh perangkat untuk saling memancarkan dan menerima paket data. Jenis frekuensi jaringan nirkabel yang legal digunakan untuk masyarakat tanpa memerlukan izin khusus adalah berada pada segmen GHz dan 5 GHz. Penggunaan frekuensi diluar segmen tersebut memerlukan izin khusus. Ini dinamakan izin penggunaan spektrum frekuensi radio. Untuk penggunaan spektrum frekuensi radio khusus lainnya diatur oleh Kominfo. Sebagai contoh, Perangkat seluler yang menggunakan sinyal seperti 3G dan 4G pada dasarnya memiliki prinsip kerja yang sama dengan WiFi GHz dan 5 GHz. Mereka tergolong sama-sama jaringan nirkabel, hanya saja berbeda mode enkapsulasi, enkripsi dan frekuensinya. Jenis frekuensi yang legal tentu harus dipahami bagi seorang network engineer yang berprofesi pada divisi NOC Frekuensi GHz Frekuensi GHz adalah frekuensi paling banyak dan lazim digunakan pada perangkat yang kita temui sehari-hari. Ini mencakup akses poin dan router WiFi yang terhubung ke komputer, laptop, smartphone, akses poin mobil dan bis, dan perangkat pintar lainnya. Namun tahukah kamu dalam pengoperasiannya, frekuensi GHz terbagi menjadi beberapa kanal channel. Di Indonesia sendiri kanal yang legal digunakan berjumlah 11 kanal diantaranya Channel Frekuensi dalam GHz 1 2,412 2 2,417 3 2,422 4 2,427 5 2,432 6 2,437 7 2,442 8 2,447 9 2,452 10 2,457 11 2,462 Itulah sebabnya mengapa pengaturan channel akses poin dan router menjelaskan regional daerah negara, karena setiap negara memiliki regulasi frekuensi yang berbeda-beda pula. Dan ini biasanya ter-lock secara default. Frekuensi 5 GHz Di Indonesia, pemakaian frekuensi 5 GHz biasanya digunakan untuk jaringan nirkabel jarak jauh meski jangkauannya lebih kecil. Dikarenakan penggunaan frekuensi 5 GHz yang lebih jarang dibandingkan GHz yang lebih masif, ini menyebabkan penerimaan transmisi yang lebih jernih dan memiliki lebih sedikit gangguan. Frekuensi 5 GHz juga memiliki karakteristik dapat mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi, namun ia kurang bisa diandalkan untuk menembus benda padat seperti dinding dan lantai. Akses Poin/Router PtMP Merk Tenda seri AC6 memiliki fitur dual channel, dapat menggunakan frekuensi GHz dan 5 GHz Perangkat akses poinnya biasanya harganya lebih mahal dan pilihannya lebih sedikit / terbatas. Radio akses poin yang menggunakan frekuensi ini umumnya digunakan sebagai akses poin tulang punggung backbone berbasis point to point PtP yang digunakan pada jaringan kantor dan sekolah. Beberapa jenis akses poin dan router terkadang memiliki fitur dapat menggunakan 2 jenis frekuensi GHz dan 5GHz, namun kedua frekuensi ini tidak dapat digunakan secara bersamaan pada interface yang sama. Itulah sebabnya akses poin dan router WiFi rumahan yang mendukung dual channel memiliki 4 antena, dimana 2 antena beroperasi pada GHz dan 2 antena lainnya beroperasi pada 5 GHz. Dalam beberapa kasus, antena ini tidak terlihat langsung karena faktor desain, semisal laptop yang memiliki perangkat wireless dengan antena yang ditanamkan secara internal. Contoh pemilihan konfigurasi frekuensi 5 GHz dengan band 20 MHz di perangkat Ubiquiti RocketM5 Ada beberapa channel yang dapat digunakan pada frekuensi 5 GHz, namun penggunaannya juga dibatasi untuk umum. Ini dikarenakan beberapa lembaga pemerintah juga menggunakan channel tertentu dalam rentang 5GHz. Misalnya militer dan BMKG. Jenis frekuensi jaringan nrkabel 5 GHz yang legal digunakan masyarakat umum di Indonesia antara lain Penggunaan Luar Ruangan Outdoor Channel Band Lebar Pita Frekuensi Tengah MHz 149 10 MHz 20 MHz - - 5745 151 10 MHz - 40 MHz - 5755 153 10 MHz 20 MHz - - 5765 155 10 MHz - - 80 MHz 5775 157 10 MHz 20 MHz - - 5785 159 10 MHz - 40 MHz - 5795 161 10 MHz 20 MHz - - 5805 Penggunaan Dalam Ruangan Indoor Channel Band Lebar Pita Frekuensi Tengah MHz 32 10 MHz 20 MHz - - 5160 34 10 MHz - 40 MHz - 5170 36 10 MHz 20 MHz - - 5180 38 10 MHz - 40 MHz - 5190 40 10 MHz 20 MHz - - 5200 42 10 MHz - - 80 MHz 5210 44 10 MHz 20 MHz - - 5220 46 10 MHz - 40 MHz - 5230 48 10 MHz 20 MHz - - 5240 52 10 MHz 20 MHz - - 5260 54 10 MHz - 40 MHz - 5270 56 10 MHz 20 MHz - - 5280 58 10 MHz - - 80 MHz 5290 60 10 MHz 20 MHz - - 5300 62 10 MHz - 40 MHz - 5310 64 10 MHz 20 MHz - - 5320 68 10 MHz - - - 5330 Daftar tabel diatas adalah list frekuensi umum yang tersedia pada pengaturan perangkat nirkabel yang tersedia dipasaran. Sebenarnya frekuensi dalam ruangan memiliki range frekuensi lebih lebar, diantara 5150 – 5825. Beberapa perangkat mungkin memiliki rentang frekuensi yang sedikit berbeda, tergantung tahun keluaran perangkat yang digunakan mengacu pada regulasi Postel saat perangkat diterbitkan. Lebih jelasnya regulasi resmi yang diizinkan mengacu pada dokumen ini Penting Frekuensi 5 GHz tidak sama dengan wireless 5G – Teknologi wireless 5G artinya generasi kelima fifth generation dari teknologi seluler yang sudah ada. Jadi kalau kamu membeli perangkat yang berlabel 5GHz bukan serta merta alat dapat melakukan penangkapan sinyal 5G pada telepon seluler. Apa itu Band Lebar Pita? Band Lebar Pita – adalah pengelompokan saluran berdasarkan "lebar" dan "sempit" channel pada frekuensi agar saluran tidak tumpang tindih. Klasifikasinya diatur berdasarkan standar IEEE Bagaimana memilih band yang pas dengan kebutuhan, tergantung medan di lapangan dan tingkat kepatuhan masyarakat dalam memilih lebar pita yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Sebagai contoh, lebar pita 40 MHz memiliki throughput yang lebih tinggi dari 20 MHz karena channel bonding, namun frekuensi dapat terganggu dengan mudah jika ada sumber lain yang memiliki rentang yang sama lebarnya. Regulasi Penggunaan Frekuensi Jaringan Nirkabel Terkadang jika kamu membeli perangkat wireless di luar negeri, itu tidak dapat berfungsi ketika dibawa ke Indonesia. Pabrikan yang memproduksi harus menyesuaikan frekuensi sesuai regulasi di negara yang menggunakannya. Ini disebut izin Postel. Mengapa harus ada pengaturan regulasi pemakaian channel? Ini berkaitan dengan interferensi pada penangkapan dan penerimaan jaringan nirkabel itu sendiri. Jika ada dua perangkat nirkabel, berdekatan dan berada pada frekuensi dan channel yang sama, maka keduanya dapat saling mengganggu dan menyebabkan kualitas jaringan menurun drastis. Bayangkan kamu sedang berada dalam ruangan kelas yang riuh, semua orang saling berbicara. Ketika kamu mencoba berbicara dengan orang disebelahmu suaramu/lawan bicara akan lebih sulit didengar. Kira-kira seperti itu analoginya. Kominfo selaku badan regulasi resmi pengatur pemakaian pita frekuensi tentu perlu melakukan perapian dan penertiban kanal. Ini diperlukan karena tuntutan hukum yang mengatur jelas hak-hak seseorang dalam menyampaikan informasi.
Channel width adalah lebar saluran 20Mhz atau 40Mhz, dan 80Mhz yang pada dasarnya sangat penting untuk mengontrol seberapa luas sinyal untuk mentransfer data. Jika Anda bingung tentang bagaimana untuk memilih channel width pada pengaturan router, Anda telah menemukan panduan yang tepat di sini. Kami akan membahas beberapa tips sederhana pengaturan router wifi untuk membantu Anda dalam memilih bandwidth mana yang terbaik pada jaringan nirkabel Anda. Perbedaan frekuensi wifi 2,4GHz dan 5GHz channel width 20 atau 40, dan 80mhz? Jawabannya adalah tergantung pada kemampuan perangkat router yang Anda miliki, karena hal tersebut terletak dekat dengan jenis wireless router yang telah Anda pilih. Apakah perangkat Anda mendukung frekuensi 2,4GHz dan 5GHz, atau hanya mendukung salah satunya? Berikut ini adalah tips router wifi Bagaimana cara setting yang terbaik, ketika Anda menggunakan 20MHz untuk channel lebar? Jika Anda menggunakan frekuensi wifi GHz, maka pilihan yang terbaik adalah 20Mhz untuk lebar saluran. Alasannya cukup sederhana bahwa bandwidth 20MHz adalah benar-benar ukuran yang paling sesuai untuk mendukung perangkat model lama. Karena jika 20MHz digunakan pada frekuensi 5GHz hasilnya biasanya kurang optimal. Perlu Anda ingat satu-satunya pengecualian adalah jika Anda memiliki perangkat yang mendukung 5GHz tapi hanya bisa menerima bandwidth 20MHz, namun hal ini sangat jarang di temui. Sebaiknya Anda periksa dulu apakah perangkat router yang Anda miliki mendukung dual band 20Mhz dan 40MHz atau tidak? Bagaimana menggunakan 40Mhz untuk channel lebar? Jika Anda menggunakan 5GHz, kemungkinan besar jaringan wifi Anda hanya akan mendukung perangkat model terbaru saja yang mendukung dan perangkat model lama tidak akan bisa terhubung. Apakah bisa menggunakan kombinasi 20MHz dan 40MHz? sebaiknya Anda hanya menggunakan kombinasi 20MHz dan 40MHz jika ada perangkat yang membutuhkannya saja, namun jika tidak sebaiknya hanya set ke 40MHz. Memahami kerja pada frekuensi wifi dan 5GHz, wifi merupakan sebuah jaringan nirkabel dapat bekerja pada frekuensi berbeda yakni dan 5GHz. Kedua frekuensi tersebut tentu saja memiliki cara kerja berbeda dan juga dapat beroperasi pada kondisi berbeda. Perbedaan antara frekuensi wifi dan 5GHz, wifi dengan frekuensi mempunyai beberapa ciri yang bisa dibilang sangat jelas yakni bekerja dengan menggunakan 3 channel dengan standar jaringan B, G dan N. Kelebihan dari adalah memiliki jaringan dengan jangkauan yang jauh lebih luas, namun tingkat gangguannya lebih banyak. Sementara untuk wifi dengan frekueni 5GHz bekerja pada 23 channel dan standar jaringannya adalah A, N dan AC. Salah satu kekurangannya adalah hanya memiliki jangkauan yang rendah dan untuk kelebihannya adalah sangat minim gangguan jika dibandingkan frekuertsi wifi Wifi dengan frekuensi 2,4GHz mempunyai channel yang akan beroperasi di frekuensi yang terendah antara 2402 MHz dan GHz. Sedangkan untuk frekuensi channel yang lebih tinggi selisihnya adalah 5MHz. Berdasarkan dari rumus teori panjang gelombang, semakin rendah frekuensi gelombangnya maka akan semakin besar serta panjang dan jangkauannya akan menjadi semakin jauh. Jadi jika Anda ingin mengoptimalkan jangkauan dari sinyal wifi, sebaiknya menggunakan channel terendah atau bisa juga dengan frekuensi terkecil. Cara Setting Channel Width dan Channel Yang Terbaik Untuk channel width 20MHz dengan frekuensi pilihan terbaik untuk digunakan adalah channe 1, 6, dan 11. Untuk channel width 40MHz dengan frekuensi GHz, channel terbaik untuk digunakan adalah 3 dan 11. Untuk channel width 20MHz dengan frekuensi 5GHz, jika perangkat wifi Anda memerlukan dan router yang Anda miliki mendukungnya maka Anda bisa menggunakan 40MHz dikombinasi dengan 20MHz. Untuk channel width 40Mhz dengan frekuensi 5GHz, karena pilihan channel width ini minim gangguan maka Anda bebas untuk menggunakan channel apapun. Pertimbangkan untuk menggunakan fungsi auto sehingga router Anda dapat secara otomatis menyesuaikan saluran terbaik untuk digunakan. Mana pilihan yg tepat, 20mhz vs 40mhz vs 80mhz? Meningkatkan dan mengelola kinerja Wi-Fi penting bagi semua orang, dari pengguna rumahan hingga perusahaan besar. Lebar saluran memainkan peran besar dalam kinerja Wi-Fi. Memilih lebar yang tepat bisa berdampak besar. Melakukannya dengan benar tidak selalu mudah. Dengan berbagai standar dan berbagai pengorbanan, mungkin sulit untuk mengikuti praktik terbaik. Setiap lingkungan nirkabel berbeda dan Anda perlu menyesuaikan peralatan Anda dengan kondisi. Dengan 2,4 GHz, meningkatkan lebar saluran Anda seringkali tidak sepadan, dan Anda harus tetap menggunakan 20 MHz. Sebaliknya, dengan 5 GHz, menambah lebar saluran dapat meningkatkan kinerja, tetapi ada pengorbanan. Dengan 5 GHz, jika Anda tidak perlu khawatir tentang gangguan dan semua perangkat klien Anda mendukungnya, gunakan lebar tertinggi yang tersedia. Tentu saja, ada banyak “gotcha” dan aturan praktis di atas tidak selalu terbaik untuk Anda. Seperti kebanyakan hal di bidang teknologi, jawaban yang benar untuk pertanyaan ini bergantung pada konteksnya. Mari kita telusuri “mengapa” di balik generalisasi ini untuk membantu Anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang topik. Memahami Pita Wi-Fi Memahami pita Wi-Fi sangat penting untuk memahami kapan harus menggunakan lebar saluran 20 MHz versus 40 MHz versus 80 MHz. Ini juga merupakan prasyarat penting untuk memahami saluran Wi-Fi dan lebar saluran. Dua pita Wi-Fi utama adalah 2,4 GHz dan 5 GHz. Pita Wi-Fi ini kemudian dibagi menjadi saluran untuk perangkat nirkabel untuk berkomunikasi. Pita Wi-Fi 2,4 GHz Pita 2,4 GHz mencakup rentang 100 MHz dari 2400 MHz hingga 2500 MHz setara dengan 2,4 GHz hingga 2,5 GHz. Pita 2,4 GHz dibagi menjadi 14 saluran terpisah yang masing-masing berukuran 20 MHz lebih banyak pada ukuran saluran lain sebentar lagi. Perhatikan bahwa ada 14 saluran di pita 2,4 GHz. Perhatikan bahwa saluran 1, 6, 11, dan 14 tidak tumpang tindih. Jika Anda menghitungnya, Anda akan segera melihat bahwa 14 pita 20 MHz sama dengan 180 Mhz. Ini lebih besar dari ukuran 100 MHz pada pita 2,4 GHz, yang berarti salurannya tumpang tindih. Ini penting untuk dipahami karena saluran Wi-Fi yang tumpang tindih dapat mengganggu satu sama lain. Dengan Wi-Fi 2,4 GHz, ada empat saluran 20 MHz yang tidak tumpang tindih 1, 6, 11, dan 14. Perhatikan bahwa karena peraturan yang berbeda-beda, tidak semua saluran tersedia untuk digunakan di semua lokasi. Misalnya, hanya 11 saluran yang tersedia di Amerika Serikat. Pita Wi-Fi 5 GHz Pita Wi-Fi 5 GHz mencakup rentang 150 MHz dari 5,725 GHz hingga 5,875 GHz. Namun, jangkauan tambahan dari pita Infrastruktur Informasi Nasional Tanpa Lisensi UNII melebar hingga kisaran 750 MHz. Menggunakan 20 MHz, ada 24 saluran yang tidak tumpang tindih yang tersedia dalam pita 5 GHz. Perhatikan bahwa ini adalah generalisasi dan saluran yang tersedia bervariasi tergantung pada lokasi dan ukuran saluran. 2,4 GHz vs 5 GHz Popularitas, gangguan, throughput, dan jangkauan 2,4 GHz saat ini lebih populer daripada 5 GHz, tetapi keduanya digunakan secara luas. 2,4 GHz lebih murah untuk diterapkan daripada mitra 5 GHz, jadi pabrikan memanfaatkannya untuk menghemat biaya. 2,4 GHz juga telah digunakan secara luas untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga lebih banyak perangkat 2,4 GHz telah digunakan. Popularitas ini memang memiliki sisi negatif. Prevalensi perangkat 2,4 GHz dan jumlah terbatas saluran yang tidak tumpang tindih dengan 2,4 GHz dapat memperburuk masalah kemacetan jaringan. Banyak perangkat konsumen, seperti telepon nirkabel dan gelombang mikro, menggunakan pita frekuensi 2,4 GHz. Akibatnya, pita 2,4 GHz lebih mungkin mengalami gangguan. Kelimpahan relatif saluran yang tidak tumpang tindih pada Wi-Fi 5 GHz membuatnya kurang rentan terhadap gangguan. 2,4 GHz vs 5 GHz Mana yang Digunakan? Dalam kebanyakan kasus, Anda harus menggunakan 2,4 GHz untuk mengoptimalkan jarak dan 5 GHz untuk mengoptimalkan kecepatan. Namun, ada kompromi antara peningkatan kinerja dan jangkauan cakupan. 5 GHz lebih cepat. Wi-Fi 5 GHz menawarkan pengunggahan dan pengunduhan yang lebih cepat daripada 2,4 GHz. Selain itu, 5 GHz mendapat manfaat dari lebih banyak saluran yang tidak tumpang tindih dan lebih sedikit gangguan yang dapat meningkatkan keunggulan kinerja. Namun, 5 GHz tidak sebagus menembus dinding. Misalnya, Anda harus menggunakan 5 GHz saat untuk kasus penggunaan yang membutuhkan banyak bandwidth seperti game online saat koneksi kabel tidak memungkinkan atau streaming video definisi tinggi. Tetapi tetap dekatkan konsol game Anda dengan router. 2,4 GHz melangkah lebih jauh. Frekuensi yang lebih rendah dari 2,4 GHz lebih baik dalam melewati benda padat dan dapat mencakup jangkauan yang lebih luas dari 5 GHz. Untuk perbandingan di berbagai standar Wi-Fi berikut adalah rincian kecepatan dan rentang 2,4 GHz vs 5 GHz yang berbeda. Misalnya, Anda harus menggunakan 2,4 GHz jika klien Wi-Fi dan router / titik akses Anda mungkin dipisahkan oleh beberapa ruangan. 2,4 GHz akan melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menembus dinding dan objek di antara perangkat Wi-Fi Anda. Anda bisa menggunakan keduanya. Perlu juga diingat bahwa router dual band simultan dapat menyiarkan 2,4 GHz dan 5 GHz secara bersamaan. Ini memungkinkan Anda menggunakan 2,4 GHz untuk beberapa perangkat dan 5 GHz untuk perangkat lainnya dan dapat memberikan lebih banyak fleksibilitas. Selain itu, jika jaringan 2,4 GHz dan 5 GHz menggunakan SSID yang sama pengenal set layanan alias nama jaringan Wi-Fi, perangkat nirkabel dapat secara otomatis terhubung ke bandwidth pilihan mereka. Singkatnya router dual band simultan dan perangkat pintar modern dapat secara otomatis melakukan banyak pekerjaan untuk Anda. Apa itu Lebar Saluran Wi-Fi? Saat Anda membuat keputusan antara 20 MHz vs 40 MHz vs 80 MHz vs 160 MHz yang Anda lakukan adalah memilih lebar saluran. Kami mendapat pengantar saluran Wi-Fi di atas. Kami melihat bahwa pita Wi-Fi 2,4 GHz dipotong menjadi pita 20 MHz yang lebih kecil untuk digunakan. Pita yang lebih kecil ini adalah saluran yang digunakan perangkat Wi-Fi untuk berkomunikasi. Lebar saluran hanyalah rentang frekuensi untuk saluran tersebut. 20 MHz dan 40 MHz Apa Bedanya? Saat berurusan dengan Wi-Fi, lebar saluran biasanya diukur dalam megahertz MHz. 20 MHz adalah norma dan satu-satunya pilihan untuk lebar saluran pada Wi-Fi dan lebih lanjut tentang standar di bawah. Standar memperkenalkan pengikatan saluran, yang memungkinkan lebar 40 MHz. Pengikatan lebih jauh diperpanjang untuk memungkinkan saluran 80 MHz dan 160 MHz. Saluran ikatan meningkatkan throughput, yang dapat meningkatkan kinerja. Jadi, perbedaan antara 20 MHz dan 40 MHz adalah throughput. 40 MHz memiliki throughput yang lebih tinggi dari 20 MHz berkat ikatan saluran. Ada kerugian pada ikatan saluran. Meskipun 40 Mhz mungkin memiliki throughput yang lebih tinggi dari 20 Mhz, ini juga mengurangi jumlah saluran yang tidak tumpang tindih. Ini meningkatkan kemungkinan interferensi. Selain itu, tidak semua perangkat klien Wi-Fi mendukung saluran selain 20 MHz sehingga kompatibilitas dapat menjadi perhatian. Catatan tentang istilah pemasaran dan pembicaraan teknis Saluran Wi-Fi 20 MHz umumnya disebut sebagai “saluran sempit” atau “lebar sempit”. Saluran Wi-Fi 40, 80, dan 160 MHz diberi label “saluran lebar” atau “lebar lebar” Memahami Standar IEEE Jika Anda menjelajahi spesifikasi router, mempelajari Network +, atau mencoba menentukan kompatibilitas Wi-Fi, kemungkinan besar telah muncul. IEEE mengembangkan standar Wi-Fi dan standar ini menentukan kecepatan dan frekuensi apa yang didukung. Berikut adalah ikhtisar singkat tentang standar IEEE yang terkenal adalah standar Wi-Fi 5 GHz 54 Mbps awal. adalah versi Wi-Fi awal 2,4 GHz 11 Mbps yang populer. meningkatkan kecepatan Wi-Fi 2,4 GHz hingga 54 Mbps. “Wi-Fi 4” mendukung Wi-Fi 2,4 GHz dan 5 GHz dengan kecepatan hingga 450 Mbps. “Wi-Fi 5” hanya mendukung 5 GHz dan kecepatan hingga 1300 Mbps. “Wi-Fi 6” dijadwalkan untuk persetujuan akhir pada September dan November 2020. Namun, teknologi Wi-Fi 6 sudah ada di pasaran. V Bahkan pada 2019, vendor merilis produk berdasarkan draf sebelumnya. mendukung 2,4 GHz dan 5 GHz dan memiliki kecepatan maksimum hingga 10 Gbps. dan cenderung menjadi standar paling populer yang tersedia saat ini. Anda dapat mengharapkan semakin populer selama beberapa tahun ke depan. Penting untuk dicatat bahwa kecepatan teoritis maksimum TIDAK sama dengan kecepatan dunia nyata. Dengan kata lain Dengan versi Wi-Fi tertentu, Anda dapat mengharapkan kecepatan sebenarnya yang lebih lambat daripada kecepatan maks yang tercantum di sini. Bagaimana dengan 6 GHz dan Wi-Fi 6E? Pada April 2020, FCC mengumumkan mereka akan membuka pita 6 GHz untuk Wi-Fi dan penggunaan tanpa izin lainnya. Tambahan MHz merupakan penambahan terbesar dari spektrum yang dapat digunakan dalam beberapa dekade. Perangkat Wi-Fi 6 yang mampu menggunakan pita 6 GHz akan dikenal sebagai “Wi-Fi 6E”. The “E” menandakan ekstensi ke dalam spektrum 6GHz. Perangkat Wi-Fi 6E tidak tersedia saat ini, tetapi Anda dapat melihatnya di pasaran pada akhir 2020 dan awal 2021. Singkatnya Wi-Fi 6E akan memungkinkan beberapa peningkatan besar, tetapi perlu beberapa waktu sebelum menjadi norma. Apa itu Dual Band Wi-Fi? Pita ganda mengacu pada router Wi-Fi yang mendukung pita 2,4 GHz dan 5 GHz. Menggunakan router dual band memungkinkan Anda mendapatkan yang “terbaik dari kedua dunia”. Kecepatan lebih tinggi dan interferensi lebih rendah untuk perangkat 5 GHz, dan jangkauan yang lebih luas untuk perangkat 2,4 GHz. Sangat umum bagi router Wi-Fi modern untuk mendukung fungsionalitas dual band. Pilihan mana yang tepat, 20 MHz vs 40 MHz vs 80 MHz? Dengan pemahaman tentang frekuensi Wi-Fi dan ikatan saluran, sekarang kita dapat menyelami proses pengambilan keputusan. Saat kita melanjutkan, ingatlah bahwa prasyarat untuk menggunakan lebar saluran tertentu adalah dukungan perangkat. WiFi 2,4 Ghz 20 MHz vs 40 MHz vs 80 MHz Jika Anda menggunakan 2,4 GHz, jawabannya sederhana. Bandwidth terbaik untuk 2,4 Ghz adalah 20 MHz. Dalam sebagian besar kasus, menggunakan lebar lebar pada 2,4 GHz tidak bermanfaat. Pengorbanan kinerja dari gangguan pada saluran yang tumpang tindih kemungkinan akan lebih besar daripada manfaat throughput. Satu kemungkinan pengecualian untuk aturan ini adalah area terpencil di mana tidak ada banyak jaringan atau perangkat Wi-Fi lainnya. Selain itu, Wi-Fi 2,4 GHz dan lebar saluran 20 MHz menawarkan dukungan perangkat klien yang paling luas. Jika Anda perlu mendukung perangkat lawas dan standar Wi-Fi seperti atau Anda memerlukan 2,4 GHz dan 20 MHz. Wi-Fi 5 Ghz 20 MHz vs 40 MHz vs 80 MHz Dengan 5 GHZ, segalanya menjadi sedikit lebih mudah. Ada kasus penggunaan yang valid untuk beberapa lebar saluran Wi-Fi yang berbeda. Bandwidth terbaik untuk 5 Ghz adalah 40 MHz. Namun, ada pertimbangan lain juga. 5 Ghz Wi-Fi Kapan Menggunakan 20 MHz Jika Anda memiliki router 5 GHz, pertimbangkan untuk menggunakan 20 MHz untuk memaksimalkan jumlah saluran yang tidak tumpang tindih. Terlepas dari penggunaan 2,4 GHz atau 5 GHz, 20 MHz membuat Anda memiliki jumlah saluran non-tumpang tindih terbesar. 20 MHz masuk akal untuk penyebaran dengan kepadatan tinggi dan area di mana interferensi merupakan masalah utama. 5 Ghz Wi-Fi Kapan Menggunakan 40 MHz Gunakan 40 MHz untuk mencapai keseimbangan antara meminimalkan interferensi dan memaksimalkan throughput. 40 MHz menawarkan throughput lebih dari 20 MHz. Masih menyisakan ruang untuk selusin saluran yang tidak tumpang tindih. Hal ini memungkinkan Anda untuk meningkatkan kinerja relatif terhadap 20 MHz, dan tanpa risiko interferensi yang terkait dengan 80 MHz. 5 Ghz Wi-Fi Kapan Menggunakan 80 MHz Jika klien Wi-Fi dekat dengan router Anda, perangkat Wi-Fi Anda mendukung 80 MHz, gangguan bukanlah masalah besar, dan Anda ingin memaksimalkan throughput, pertimbangkan 80 MHz. Jika semua perangkat Anda mendukungnya, dan saluran yang tumpang tindih tidak menjadi masalah, saluran 80 MHz meninggalkan Anda dengan empat atau lima saluran yang tidak tumpang tindih. Ini meningkatkan kemungkinan gangguan. Selain itu, klien sering kali harus sangat dekat <15 kaki ke radio Wi-Fi untuk mendapatkan hasil maksimal dari 80 MHz. Ada dua kasus penggunaan umum untuk 80 MHz backhaul mesh dan bridging. Namun, aplikasi apa pun yang jaraknya minimal dan tidak terlalu banyak kemacetan dapat masuk akal untuk 80 MHz. Secara konseptual, kesimpulannya di sini adalah Anda harus mencapai keseimbangan antara kompatibilitas, throughput, dan interferensi. Meskipun tampaknya intuitif bahwa jawaban yang benar selalu “lebih lebar jika Anda bisa”, ternyata tidak sesederhana itu. Gangguan dari saluran yang tumpang tindih dapat mendatangkan malapetaka pada kecepatan jaringan, jadi Anda harus memperhitungkannya. Ini sangat penting di kota-kota, kawasan industri, dan bisnis besar di mana lalu lintas nirkabel tingkat tinggi biasa terjadi. Kapan Menggunakan 160 MHz Pada titik ini, kasus penggunaan 160 MHz dibatasi. Namun, seiring dengan semakin populernya Wi-Fi 6, penggunaan lebar 160 MHz juga akan meningkat. Dengan 160 MHz, hanya ada satu saluran yang tidak tumpang tindih, sehingga akan ada pertukaran interferensi yang perlu dipertimbangkan dengan 160 MHz. Tentu saja, band 6GHz dan Wi-Fi 6E akan mengubah narasi ini dalam waktu dekat. Spektrum tambahan di pita 6 GHz akan memungkinkan lebih dari 14 saluran 80 MHz atau lebih dari 7 saluran 160 MHz. Cara Mengotomatiskan Saluran Wi-Fi dan Pemilihan Lebar Saluran Seperti yang Anda lihat, ada cukup banyak untuk memilih saluran Wi-FI dan pemilihan lebar. Namun, ada cara untuk mengotomatiskan prosesnya. Misalnya, beberapa router Wi-Fi mengaktifkan deteksi otomatis dan penggunaan ukuran saluran berdasarkan kondisi jaringan. Ini biasanya dicapai dengan memilih “Otomatis 20/40” atau opsi serupa dengan lebar saluran Anda. Demikian pula, dengan sebagian besar router dan perangkat, pemilihan saluran dapat dinegosiasikan secara otomatis. Jika Anda tidak mengalami masalah, dan tidak ingin mengoptimalkan kinerja, tetap menggunakan pengaturan ini masuk akal. Bagaimana Saya Dapat Memeriksa Gangguan Wi-Fi? Jika Anda ingin mengoptimalkan kinerja, penganalisis jaringan Wi-Fi dapat membantu. Penganalisis jaringan nirkabel dapat membantu Anda mengidentifikasi gangguan pada saluran yang berbeda dan memilih opsi yang paling tidak berisik. Atau, beralih antar saluran secara manual dan mengamati kinerja adalah alternatif yang kurang ilmiah. Memilih Saluran Wi-Fi yang Tepat Ketika harus memilih lebar saluran Wi-Fi yang tepat, setiap situasi berbeda. Dengan memahami dasar-dasarnya, Anda dapat lebih efektif memilih konfigurasi yang paling sesuai untuk Anda. Meskipun tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua jawaban untuk “20 MHz, 40 MHz, atau 80 MHz?” pertanyaan. Namun, memahami frekuensi 2,4 GHz vs 5 GHz dan pertukaran antara saluran dan kecepatan yang tidak tumpang tindih sangat bermanfaat. Rekomendasi
Setiap perangkat keras yang berhubungan dengan komputer dan teknologi selalu mengacu pada suatu standar. Begitu juga dengan Wireless LAN. Ada beberapa organisasi yang telah menetapkan standard Wireless LAN diantaranya yaitu Federal Communication Commission FCC,Institute of Electrical and Electronic Engineers IEEE, Wireless Ethernet Compatibility Alliance WECA, dan European Telecommunications Standards Institute ETSI. Namun standar Wireless yang paling sering digunakan adalah standar dari IEEE. IEEE merupakan organisasi pembuat standarisasi untuk hampir semua hal yang berhubungan dengan teknologi informasi di Amerika Serikat. IEEE menciptakan standar dengan aturan yang dibuat FCC. IEEE telah menetapkan berbagai standar teknologi seperti IEEE untuk ethernet dan untuk Wireless LAN. Salah satu tugas IEEE adalah mengembangkan standar untuk Wireless LAN dengan mengacu pada peraturan yang dikeluarkan FCC. Spesifikasi yang digunakan dalam WLAN adalah dari IEEE dimana ini juga sering disebut dengan WiFi Wireless Fidelity standar yang berhubungan dengan kecepatan akses data. Berikut ini adalah standart IEEE yang pernah dikeluarkan untuk WirelessLAN Standar merupakan standarisasi WLAN pertama yang dipublikasikan oleh IEEE pada tahun 1997. Karena banyaknya jenis-jenis jaringan WLAN yang ada di pasaran, maka standar IEEE menetapkan antarmuka interface antara klien WLAN Wireless client dengan jaringan Access Point-nya network APs. Untuk membedakan perbedaan antara jaringan WLAN satu dengan jaringan WLAN lainnya, maka menggunakan Service Set Identifier SSID. Dengan penanda ini maka dapat di bedakan antara jaringan WLAN satu dengan lainnya sebab jaringan WLAN satu dengan yang lain pasti memiliki nomor penanda SSID yang berbeda pula. Access Point AP menggunakan SSID untuk menentukan lalu lintas paket data mana yang di peruntukkan untuk Access Point tersebut. Standar juga menentukan frekuensi yang dapat digunakan oleh jaringan WLAN. Misalnya untuk industrial, scientific, dan medical ISM beroperasi pada frekuensi radio 2,4GHz. juga menentukan tiga jenis transmisi pada lapisan fisik untuk model Open System Interconnection OSI, yaitu direct-sequence spread spectrum DSSS, frequency-hopping spread spectrum FHSS, dan infrared. Selain pembagian frekuensi diatas, standar juga membagi jenis frame-nya menjadi 3 tiga kategori, yaitu control, data, dan management. Standar membolehkan device perangkat yang mengikuti standar untuk berkomunikasi satu sama lain pada kecepatan 1 Mbps dan 2 Mbps dalam jangkauan kira-kira 100 meter. Standar dipublikasikan pada tahun 1999 yang digunakan untuk mendefiniskan jaringan Wirelessdengan frekuensi 5 GHz Unlicensed National Information Infrastrusture UNII. Kecepatan jaringan ini lebih cepat dari standar dan standar pada kecepatan transfer sampai 54 Mbps. Kecepatan ini dapat lebih cepat lagi jika menggunakan teknologi yang tepat. Untuk menggunakan standar perangkat-perangkat komputer devices hanya memerlukan dukungan kecepatan komunikasi 6 Mbps, 12 Mbps, dan 24 Mbps. Standar juga mengoperasikan channel/ saluran 4 empat kali lebih banyak dari yang dapat dilakukan oleh standar dan Walaupun standar memiliki kesamaan dengan standar pada lapisan Media Access Control MAC, ternyata tetap tidak kompatibel dengan standar atau karena pada standar menggunakan frekuensi radio 5 GHz sementara pada standar menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Kelebihan dari standar adalah karena beroperasi pada frekuensi radio 5 GHz sehingga tidak perlu bersaing dengan perangkat komunikasi tanpa kabel cordless lainnya seperti telepon tanpa kabel cordless phone yang umumnya menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Perbedaan utama yang lain antara standar dengan standar dan adalah bahwa pada standar menggunakan jenis modulasi tambahan yang disebut Orthogonal Frequency Division Multiplexing OFDM pada lapisan fisik di model OSI. Walaupun standar tidak kompatibel dengan standar beberapa vendor pembuat perangkat Access Point berupaya menyiasati ini dengan membuat semacam jembatan bridge yang dapat menghubungkan antara standar dan pada perangkat access point buatan mereka. Access point tersebut di buat sedemikian rupa sehingga dapat di gunakan pada 2 dua jenis standar yaitu pada standar dan standar tanpa saling mempengaruhi satu sama lain. Standar merupakan pilihan yang amat mahal ketika di implementasikan. Hal ini disebabkan karena standar ini memerlukan lebih banyak Access point untuk mencapai kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah karena pada kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 GHz memiliki kelemahan pada jangkauan. Standar merupakan standar yang paling banyak digunakan di kelas standar Standar ini dipublikasikan pada tahun 1999. merupakan pengembangan dari standar untuk lapisan fisik dengan kecepatan tinggi digunakan untuk mendefinisikan jaringan Wireless direct-sequence spread spectrum DSSS yang menggunakan gelombang frekuensi indusrial, scientific, medicine ISM 2,4 GHz dan berkomunikasi pada kecepatan hingga 11 Mbps. Ini lebih cepat daripada kecepatan 1 Mbos atau 2 Mbps yang ditawarkan oleh standar Standar juga kompatibel dengan semua perangkat DSSS yang beroperasi pada standar Standar hanya berkonsentrasi pada lapisan fisik dan MAC Media Access Control. Standar ini hanya menggunakan satu jenis frame yang memiliki lebar maksimum byte. Namun, dapat dibagi lagi menjadi byte jika di hubungkan secara silang cross dengan perangkat access point sehingga dapat juga berkomunikasi dengan jaringan berbasis Ethernet berbasis kabel. Standar hanya menekankan pada pengoperasian perangkat-perangkat DSSS saja. Standar ini menyediakan metode untuk perangkat-perangkat tersebut untuk mencari discover, asosiasi, dan autentikasi satu sama lain. Standari ini juga menyediakan metode untuk menangani tabrakan collision dan fragmentasi dan memungkinkan metode enkripsi melalui protokol WEP wired equivalent protocol. Standar pada dasarnya mirip dengan standar yaitu menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan pada standar ini sama dengan frekuensi yang digunakan standar yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar Hal ini tidak dimiliki oleh standar Seperti standar perangkat-perangkat pada standar menggunakan modulasi OFDM untuk memperoleh kecepatan transfer data berkecepatan tinggi. Tidak seperti perangkat-perangkat pada standar perangkat-perangkat pada standar dapat secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying QPSK untuk berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan Wireless yang menggunakan standar Dibandingkan dengan ternyata memiliki kelebihan dalam hal kompatibilitas dengan jaringan standar Namun masalah yang mungkin muncul ketika perangkat-perangkat standar yang mencoba berpindah ke jaringan atau bahkan sebaliknya adalah masalah interferensi yang di akibatkan oleh penggunaan frekuensi 2,4 GHz. Karena frekuensi 2,4 GHz merupakan frekuensi yang paling banyak digunakan oleh perangkat-perangkat berbasis Wirelesslainnya. adalah amandemen baru yang meningkatkan atas standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan multiple-input multiple-output MIMO dan banyak fitur-fitur baru lainnya. IEEE telah menyetujui amandemen dan itu diterbitkan pada bulan Oktober 2009. Sebelum ratifikasi akhir, perusahaan telah bermigrasi ke jaringan didasarkan pada Wi-Fi Alliance sertifikasi produk sesuai dengan rancangan tahun 2007 proposal yang
MEMAHAMI/MENGENAL CHANNEL FREKUENSI GHz CHANNEL FREKUENSI GHz & CHANNEL WIDTH Pengertian Wireless wireless adalah salah satu jenis jaringan berdarsarkan media komunikasinya, yang memungkinkan perangkat-perangat lain yang bisa saling berkomunikasi secara wireless/tanpa kabel. Sedangkan Untuk Standarisasi Wireless LAN Adalah Sebagai Berikut ini dibuat pada tahun 1999. Menggunakan frekuensi 5GHz, dan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54 Mbps. Dibuat pada tahun 1999. Menggunakan frekuensi dan kecepatan transfer data teoritis maksimal 11 Mbps. Dibuat pada tahun 2003. Menggunakan frekuensi dan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54 Mbps. Ditujukan untuk WLAN dengan kecepatan tranfer data teoritis maksimal 150 Mbps. Memahami Sistem Kerja Frekuensi GHz dan GHz pada Wifi Perkembangan teknologi komunikasi memang terus maju dan membuat semua orang terpacu untuk memilih yang terbaik yaitu salah satunya adalah perkembangan WiFI, dan WIFI juga sudah banyak di gunakan di berbagai bidang. WIFi adalah sebuah teknologi jaringan yang bekerja dengan memanfaatkan teknologi Wireless dan bisa bekerja pada dua jenis spectrum frekuensi yang berbeda yaitu frekuensi GHz dan GHz. Dua jenis frekuensi ini tentu memiliki sistem kerja yang berbeda dan bisa dioperasikan dalam dua kondisi yang berbeda. Perbedaan Frekuensi dan Frekuensi GHZ ini memiliki beberapa ciri yang sangat jelas terlihat yaitu bekerja dengan 3 chanel tanpa overlapping, standar wireless adalah B, G dan N, jangkauan jaringan yang lebih luas, dan tingkat gangguan yang lebih tinggi. Sedangkan dari frekuensi itu sendri memiliki sekitar 23 channle non over lapping, dengan standar jaringan A, N dan AC, jangkauan yang lebih kecil dan gangguan yang lebih sedikit dibandingkan dengan frekuensi Kecepatan Jaringan Frekuensi dan Pada dasarnya standar GHz sama sekali tidak memberikan pengukuran yang jelas untuk kecepatan maksimum yang bisa didapatkan dari jaringan nirkabel. Sebuah perangkat nirkabel yang bekerja untuk frekuensi GHz juga bisa mencapai kecepatan data hingga 54 Mbps, kecepatan ini juga bekerja untuk frekuensi GHz. Namun kedua frekuensi ini juga harus diatur sesuai dengan tingkat pemakaian pada lingkungan khusus. Tingkat Gangguan Tingkat Gangguan dari frekuensi GHz memang lebih kecil dibandingkan dengan tingkat gangguan yang sering muncul pada frekuensi GHz. Jangkauan Jaringan Jangkauan untuk GHz memang lebih pendek dibandingkan dengan jangkauan yang bekerja untuk frekuensi GHz Tingkat Pemakaian Pemakaian frekuensi GHz dan Ghz harus disesuaikan dengan daya pemakaian yang diinginkan. Keuntungan dan Kerugian Frekuensi GHz dan GHz Keuntungan dari pemakaian frekuensi GHz adalah memiliki toleransi pemakaian dan gangguan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan frekuensi GHz. Sementara itu kerugian dari pemakaian frekuensi GHz adalah jumlah channel yang lebih kecil hanya tiga saja, frekuensi ini lebih banyak gangguan dan pemakai yang lebih banyak. Keuntungan dan Kelemahan Frekuensi GHz Beberapa keuntungan dari pemakaian frekuensi GHz adalah gain antena yang lebih tinggi sehingga dapat mentransfer data lebih tinggi dibandingkan dengan GHz dan mudah untuk ditangani. Channel Width Channel width itu menentukan kapasitas maximum data yg bisa dilalui dlm 1 channel. semakin besar lebar kanal/channel semakin besar juga kemungkinan untuk tertangkapnya intervensi dan volume noise. Itu sebabnya mengapa semakin lebar kanal/channel semakin berkurang juga sensivitas penerimaan. Dan Channel Width Juga Terbagi Atas Beberapa Channel Di Antaranya Channel Width 5MHz Dengan menggunakan protokol wireless N dan Channel Width 5MHz maka troughput bandwidth yang dilewatkan relatif kecil. Secara teori Wireless N mampu melewatkan bandwidth up to 200Mbps. Channel Width 10MHz dengan menggunakan channel width 10Mhz, throughput bandwidth yang dilewatkan mengalami peningkatan dibanding dengan menggunakan 5Mhz. Besar trafik yang mampu dilewatkan sekitar 45-50Mbps. Channel Width 20MHz Untuk penggunanan channel width default yaitu 20MHz besar troughput bandwidth yang mampu dilewatkan dengan protokol wireless N antara 95 – 100Mbps. ~HAPPY LEARNING 🙂
jumlah channel standar yang digunakan dalam wifi adalah